This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 26 Desember 2015

Dauroh Banyumas "Islam Harga Mati !"

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
بسم الله الرحمن الرحيم
🍃 Dengan Mengharapkan Ridho Alloh سبحانه وتعالى
✅ Hadir dan ikuti !
📜Kajian Islam Ilmiah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah
In syaa Alloh Bersama : 💺 Al-Ustadz Muhammad Afifudin As-Sidawi (Pengasuh Ma’had Al Bayyinah, Sidayu, Gresik, Jawa Timur, dan Redaktur Majalah Islam Asy Syari’ah)
📚 Dengan membawakan tema : “Islam Harga Mati !”
🕙 Waktu : 09.30 WIB s/d Selesai
📆 Hari/Tanggal : Ahad, 22 Robi'ul Awwal 1437 H /  03 Januari 2016 M
🏢 Tempat : Masjid Agung Nur Sulaiman, Banyumas (Barat Alun-Alun Banyumas)
🔓Terbuka Untuk UMUM (Muslim Dan Muslimah)
📡 InsyaAlloh Live di : 📻 88.4 Mhz (Al Faruq Fm Purwokerto)
Dan Live Streaming di Web :
🌏 www.alfaruq.net ⚡ http://radio.alfaruq.net:8840
☎📱Informasi : 1⃣ +62 858 6570 3735 (Abu Salim Irfan) 2⃣ +62 858 9188 6187 (Abu Umamah Sisno)
🏢 Penyelenggara : Ma’had Al Faruq, Purwokerto
♻ Mari ajak keluarga, saudara dan teman untuk merasakan manisnya ilmu
INFO Lihat di : 🌏  http://alfaruq.net/
📎JOIN Telegram Info Kajian Salafy Purwokerto 📌 http://bit.ly/1LPIFxO ➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Rabu, 23 Desember 2015

Muhadhoroh Pengurusan Jenazah (disertai Praktek & Tanya Jawab)

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Bismillah

🍃Dengan mengharap Ridho Alloh سبحانه وتعالى

➖➖ Hadir dan Ikuti ➖➖

🚚 Muhadhoroh Pengurusan Jenazah (disertai Praktek & Tanya Jawab)

In Syaa Alloh menghadirkan
💺Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc

In Syaa Alloh:
📆 Ahad, 15 Robi'ul Ula 1437 H/
       27 Desember 2015 M
🕖 Waktu : 07.30 WIB s/d Dhuhur
◾Tempat : Masjid Al Faruq Purwokerto
       Jl. S.Parman no.1
       (Sebelah Utara Taman Kota Andang Pangrenan Purwokerto)

🔳 Terbuka Untuk UMUM (Muslim dan Muslimah)

INFORMASI :
▪ +62 857 4799 4183 (Abu Thufail Supriyanto)
▪ +62 858 6570 3735 (Abu Salim Irfan)


🔄Penyelenggara : Ma'had Al Faruq Purwokerto



📎JOIN Telegram Info Kajian Salafy Purwokerto
📌 http://bit.ly/1LPIFxO

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

MENJUAL VISA KEPADA ORANG LAIN

MENJUAL VISA KEPADA ORANG LAIN

Syaikh Abdul Aziz bin.Abdullah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Seorang ikhwah memperoleh ijin kerja yang dengannya dia bisa bekerja di salah satu negara arab, namun dia telah menjualnya kepada orang lain agar orang itu bisa bekerja di negeri tersebut, halal atau haramkah jual beli ini? Mohon penjelasannya, jazakumullohu khairan

Jawaban:
Yang nampak, jual beli itu tidak boleh, karena dia diberi izin (visa) itu agar dia menggunakannya sesuai apa yang disetujui untuknya, lalu dia pun menjualnya, sehingga dia dengan perbuatannya ini menjadi seorang penipu, sebab orang yang mendapat izin tersebut mengaku bahwa dia adalah fulan yang biasanya, dia pun mengakui nama pemilik visa tersebut.
Jadi penjualan visa tersebut tidak boleh, ini yang nampak bagiku dari sisi hukum, karena hanyalah paspor tersebut diberikan kepadanya untuk kemashlahatannya yakni agar dengannya dia bisa bepergian untuk bekerja, bukan untuk diberikan visanya itu kepada orang lain, kemudian perbuatannya ini akan mendatangkan adanya pihak yang tidak setuju terhadap orang yang membawanya, karena apabila negara mengetahuinya, niscaya tidak diberikan visa tersebut kepada mereka, sebab kebanyakannya mereka itu bukan orang baik dan kebanyakannya orang yang berbuat kerusakan.
Jadi tidak boleh baginya memberikan visa tersebut, baik dibayar dengan harga maupun tidak, hendaknya dia yang menggunakannya dan hendaknya orang tersebut mengembalikan visa kepada orang yang memberikannya kepadanya.

💻🔍 http://www.binbaz.org.sa/node/19236

📱📡AL-UKHUWWAH

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah

🇸🇦

بيع التذكرة(الفيزة) لشخص آخر

حصل أحد الإخوة على رخصة عمل (فيزة)؛ ليعمل بها في إحدى الدول العربية، ولكنه باعها لشخص آخر لكي يعمل بواسطتها في هذه الدولة، فهل هذا البيع حلال أم حرام؟ أفيدونا جزاكم الله خيراً.
الذي يظهر أنه لا يجوز لأنه معطيها يستعملها فيما وضعت له، فهو باعها وصار بهذا مخادعاً فإن الرجل الذي أخذها يدعي أنه فلان في الغالب، يدعي اسمه، فالحاصل أن بيع الفيزة لا يجوز، هذا الذي يظهر لي من الشرع، إنما أعطي إياها لمصلحته هو، ليسافر بها، ليعمل بها، لا ليعطيها غيره، ثم هذا يفضي إلى أن يوجد ناس لا يرضى عنهم، ممن يحملها لو علمت الدولة بهم لم تعطهم هذه الفيزة، قد يكونون غير صالحين، قد يكونون مفسدين، فالحاصل لا يجوز له أن يعطيها غيره، لا بالثمن ولا بغير الثمن، إما أن يستعملها وإما أن يردها إلى من دفعها إليه.

MELURUSKAN NIAT DALAM MENUNTUT ILMU

MELURUSKAN NIAT DALAM MENUNTUT ILMU

Ibnu Hazm -rahimahullah- berkata:

“Apabila engkau menghadiri majelis ilmu, maka jangan kau (niatkan) kehadiranmu kecuali untuk menambah ilmu dan pahala, bukannya hadir dengan kesombongan karena merasa sudah cukup ilmu. Atau sekedar mencari kesalahan untuk disebarkan, atau sesuatu yang ganjil untuk dibeberkan. Karena perbuatan ini adalah perbuatan orang-orang yang rendah yang tidak akan beruntung dalam ilmu selama-selamanya

📚Al-Akhlaq was Siyar fii Mudawatun Nufus hal. 92

📱📡Al-UKHUWWAH

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah

🇸🇦


قال ابن حزم ـ رحمه الله ـ:
«إذا حَضَرْتَ مجلسَ علمٍ، فلا يكنْ حضورُك إلَّا حضورَ مُسْتَزِيدٍ علمًا وأجرًا، لا حضورَ مُستغنٍ بما عندك، طالبًا عثرةً تُشِيعُها، أو غريبةً تُشَنِّعُها، فهذه أفعالُ الأرذالِ الذين لا يُفلِحون في العلم أبدًا...»


[«الأخلاق والسير في مداواة النفوس» (ص92)]

JANGAN MEREMEHKAN PERKARA BID'AH

JANGAN MEREMEHKAN PERKARA BID'AH


🌷Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah


"Bid'ah itu pada awalnya sejengkal.
Selanjutnya berkembang banyak dikalangan pengikutnya hingga menjadi sehasta, se mil, dan sefarsakh."

📚(Al Fatawa 8/425)

💻🔍 http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=116401

📱📡AL-UKHUWWAH

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah

🇸🇦

وقال الإمام ابن تيمية: (فالبدع تكون في أولها شبراً ثم تكثر في الأتباع حتى تصير أذرعاً وأميالاً وفراسخ) [الفتاوى 8/425]

HUKUM MENDOAKAN ORANG YANG ZHALIM

HUKUM MENDOAKAN ORANG YANG ZHALIM

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan
Beberapa orang telah menzhalimiku dan ketika kepedihan jiwa telah menimpaku, akhirnya aku mendoakan kejelekan kepada mereka, lalu ketika jiwaku tenang akupun istighfar kepada Allah ta'ala dan berusaha memaafkan mereka, namun aku kembali mendoakan mereka ketika aku memikirkan perkara menyakitkan yang mereka sebabkan pada jiwaku, apakah arahan Anda Samahatusy Syaikh?

Jawaban:
Tidak mengapa mendoakan kejelekan atas orang yang berbuat zhalim sesuai banyaknya kezhalimannya, Allah ta'la berfirman:

 لاَّ يُحِبُّ اللّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوَءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَن ظُلِمَ.. (148) سورة النساء.

"Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan secara terus terang) kecuali orang yang dizalimi." (An-Nisa': 148)

Sehingga barangsiapa berbuat zhalim, maka dia pantas mendapat doa kejelekan atasnya, namun apabila Anda berlapang dada dan memaafkan, maka Anda mendapat pahala yang besar.
Apabila Anda mendoakan kejelekan atas prang menzhalimimu sesuai banyaknya kezhalimannya dan Allah ta'ala akan membalas kezhalimannya sesuai apa yang pantas dia dapatkan, tidak masalah, namun apabila Anda melupakan dan memaafkan kezhalimannya, maka pahalanya besar, sehingga Anda mendapat pahala yang besar ketika Anda memaafkan dan bersabar dengan kezhalimannya.

💻🔍
http://www.binbaz.org.sa/node/9576

📱📡AL-UKHUWWAH

📁 http://bit.ly/Al-Ukhuwwah

🇸🇦

حكم الدعاء على الظالم

لقد ظلمني عدد من الناس, وحينما يبلغ بي الألم من نفسي مبلغه أدعو عليهم, وعندما تهدأ نفسي أستغفر الله, وأحاول أن أسامحهم, ولكن أعود وأدعو عليهم عندما أفكر مما سببوه لي من آلام, هل لكم من توجيه سماحة الشيخ؟
لا حرج بالدعاء على من ظلم بقدر ظلمه، قال الله تعالى: لاَّ يُحِبُّ اللّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوَءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَن ظُلِمَ.. (148) سورة النساء. فمن ظلم استحق أن يدعى عليه، وإذا سمحتِ وعفوتِ فلك أجر عظيم, وإذا دعوت على من ظلمك بقدر ظلمه، وأن الله يجازيه عن ظلمه بما يستحق فلا حرج. وإذا تركتِ وعفوتِ فالأجر أكبر، ولكِ أجر عظيم إذا عفوتِ وصبرتِ.

AKIBAT BERSAMA DENGAN AHLUL BATIL

AKIBAT BERSAMA DENGAN AHLUL BATIL

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah

Beliau berkata dalam penjelasannya terhadap hadits (Sebuah pasukan akan memerangi Ka'bah...)

"Pada hadits ini ada ibrah (peringatan, pelajaran) bahwasannya orang yang berada bersama pelaku kebatilan dan kezhaliman itu, akan menanggung hukuman bersama mereka; baik orang yang shalih maupun yang jelek.
Hukuman itu apabila terjadi maka akan merata dan tidak meningglkan seorang pun, kemudian pada hari kiamat mereka akan dibangkitkan seauai niat mereka; Allah ta'ala berfirman:

واتقوا فتنة لاتصيبن الذين ظلموا منكم خاضة

"Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja." (Al-Anfal: 25)

📚Syarhu Riyadhish Shalihin 1/117

📱📡AL-UKHUWWAH

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah

🇸🇦

قال العلامة ابن عثيمين رحمه الله في شرحه لحديث ( يغزو جيش الكعبة ...) قال :
وفي هذا الحديث عبرة أن من شارك أهل الباطل وأهل البغي والعدوان فإنه يكون معهم في العقوبة ؛ الصالح والطالح , العقوبة إذا وقعت تعم ولا تترك أحدا , ثم يوم القيامة يبعثون على نياتهم ؛ يقول الله عز وجل : ( واتقوا فتنة لا تصيبن الذين ظلموا منكم خاصة ) ... شرح رياض الصالحين 1/17.

Al Fatàwa 16-87

Berkata Asy Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah :

"Jika engkau mengucapkan 'Astagfirullah', maka engkau meminta kepada Allah 2 hal :

1. Agar Allah menutupi dosamu.

2. Agar Allah memaafkan/mengampuni dosamu yakni Allah tidak menyiksamu karena dosamu tersebut.

📚 Al Fatàwa 16-87


‏قال الشيخ ابن عثيمين:

إذا قلت أستغفر الله

فأنت تسأل الله شيئين:
١- ستر الذنب.
٢- التجاوز عنه بحيث لا يعاقبك الله عليه.

📕 الفتاوى (١٦- ٨٧)


📮 SALAM

KEJELEKAN SYI'AH ROFIDHOH DAN AHLUS SUNNAH YANG BERSATU

•••••••••••••••••••••••••

🔥KEJELEKAN SYI'AH ROFIDHOH DAN AHLUS SUNNAH YANG BERSATU👍🏽

💥 ⭐ 💥 ⭐ 💥

🌿 Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi'i rahimahullah berkata:

🔥 "Kaum Syi'ah Rofidhoh telah menyibukkan manusia dengan ajaran-ajaran mereka, dan menyesatkan banyak manusia. Bahkan mereka memalingkan manusia dari ibadah haji. Manusia datang dari berbagai tempat yang jauh untuk melaksanakan manasik haji, dan untuk berdzikir kepada Allah pada syi'ar yang mubarokah itu.

🔥 Akan tetapi kemudian keluar orang-orang Rofidhoh ini dengan perbuatan-perbuatan jahiliyah mereka (berdemonstrasi) dengan memanggil-manggil "Khomaini...Khomaini..". Maka siapakah yang sanggup untuk membubarkan perkumpulan yang jauh dari syari'at Allah ini.

🔥 Yang membuat ibadah haji menjadi syi'ar kekacauan, hiruk pikuk dan panggilan-panggilan jahiliyah ini.

❗Tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini kecuali ahlus sunnah -dengan izin Allah- yang bersatu dan benar-benar ahlus sunnah.

❗Sesungguhnya kebangkitan Islam yang dikehendaki Allah membutuhkan kepemimpinan, dan tidak ada yang bisa memegang kepemimpinan ini kecuali Ahlu Sunnah !!

📓Nashihatii Li Ahlis-Sunnah hal 137-138
🔻🔻🔻🔻🔻🔻
📝 Syabab Ashhaabus Sunnah
💡Ashhaabus Sunnah
🔛 JOIN http://bit.ly/ashhabussunnah
💻 www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖

Menunggu Giliran Sholat

~~~~~~~~~~~~~

✅💡🔍Pertanyaan penting yang ditanyakan kepada Asy Syaikh Al 'Allaamah Ibnu 'Utsaimin yang menarik bagi masyarakat umum sebagaimana pada Liqaa Al Baab Al Maftuh kaset 170

🔸 ▫ 🔸 ▫ 🔸

💠 Pertanyaan:

Apabila seseorang sedang menunggu giliran di sebuah klinik atau kontrol kesehatan sementara shalat mulai ditegakkan, dan klinik tidak ditutup selama shalat. Dia menunggu gilirannya misalnya gilirannya sejam atau setengah jam. Dan apabila dia pergi shalat maka gilirannya akan terlewatkan.. apakah hukum hal tersebut?

💠 Jawaban:

“Tidak apa-apa. Orang ini termasuk yang diberi udzur untuk meninggalkan shalat berjama’ah. Orang yang menunggu giliran antriannya ini, sebagaimana yang engkau katakan, diberi udzur untuk meninggalkan shalat berjama’ah.

Sebab apabila dia pergi shalat maka dia:

Pertama, dia akan shalat sambil tersibukkan, pikirannya tersibukkan (terganggu)... bukankah demikian?

Kedua, bahwasanya dia akan menemui mudharat, dan barangkali dia datang (ke klinik) menempuh jarak yang cukup jauh. Oleh karena itu, dia diberi udzur untuk meninggalkan shalat berjama’ah.

Dan apabila seseorang telah disajikan makan siang atau makan malam untuknya, maka kita katakan kepadanya: Duduklah, makanlah engkau dengan nyaman dan tenang, walaupun engkau akan terlewatkan shalat (berjama’ah).

Dahulu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma sedang makan malam di rumahnya, padahal dia mendengar imam shalat sedang membaca Al-Qur’an. Padahal Abdullah bin Umar termasuk sahabat Nabi yang paling wara' dan paling berpegang pada sunnah Nabi, namun beliau tetap makan malam dalam keadaan imam telah melaksanakan shalat, sebagai pengamalan terhadap ucapan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam:

لا صلاة بحضرة طعام ولا وهو يدافعه الأخبثان

"Tidak boleh melakukan shalat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula tidak boleh melakukan shalat bagi yang menahan dua hadats (kencing atau buang air besar).”

-------------------

سؤال مهم سُئل به الشيخ العلامة ابن عثيمين يهم عامة الناس كما في لقاء الباب المفتوح شريط [170]

✳ السؤال :

إذا كان الشخص ينتظر دورا في مستوصف أو مراجعة وأقيمت الصلاة ، والمستوصف لا يغلق أثناء الصلاة ، وهو ينتظر دوره ، مثلا له ساعة أو نصف ساعة ن وإذا ذهب إلى الصلاة فات عليه الدور .. فما الحكم ؟

✳ الجواب :

[[ لا بأس ، هذا يُعذر بترك الجماعة ، هذا الذي ينتظر دوره كما قلت ، يُعذر بترك الجماعة لأنه إذا ذهب يصلي فهو

أولا : سيصلي وهو مشغول ، فكره مشغول .. أليس كذلك ؟

ثانيا : أنه يلحقه ضرر ، وربما يكون جاء من مسافة بعيدة ، فهنا يُعذر بترك الجماعة ،

وإذا كان الإنسان إذا قُدم عشاه أو غداه ، قلنا له : اجلس تغد وتعش براحة وطمأنينة ولو فاتتك الصلاة ،

وكان ابن عمر - رضي الله عنهما - يتعشى في بيته وهو يسمع قراءة الإمام ، مع أن عبد الله بن عمر من أشد الناس ورعا ، والتزاما بالسنة ، ومع ذلك يتعشى والإمام يصلي امتثالا لقول الرسول صلى الله عليه وسلم :

[ لا صلاة بحضرة طعام ، ولا وهو يدافعه الأخبثان ] . ]]

📌 http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=69783

🔻🔻🔻🔻🔻🔻
📝 Syabab Ashhaabus Sunnah
💡Ashhaabus Sunnah
🔛 JOIN http://bit.ly/ashhabussunnah
💻 www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖

SIKAP KERASNYA ULAMA TEPAT PADA TEMPATNYA

"""""""""""""""""""""""""

📌💥🌷 SIKAP KERASNYA ULAMA TEPAT PADA TEMPATNYA

📢 ✅ 📢 ✅ 📢

🔑 Berkata Al ‘Allamah Asy Syaikh Rabi’ bin Hadiy Al Madkhaly [hafizhahullah]

“Sikap keras (syiddah)-nya ulama bukanlah sikap keras yang tergambar dalam benak orang jahil. Karena mereka (ulama) ini terhitung ke dalam golongan ulama yang cerdas yang menghiasi dirinya dengan keluhuran akhlaq yang tinggi.

Mereka menggunakan sikap keras pada tempatnya yang sesuai dengan keadaannya. Dan sikap keras tersebut bukanlah (watak) dasar yang ada dalam kehidupan dan dakwah mereka.

Dan tidak pula sikap keras mereka tersebut ditujukan kepada ahlus sunnah sebagaimana yang sekarang ini dilakukan oleh sebagian anak-anak yang sedang beranjak dewasa lagi teracuni syubhat.”

📗 Majmu’ Kutub wa Rasaail: 9/161
🔻🔻🔻🔻🔻🔻
📝 www.tukpencarialhaq.com
💡Ashhaabus Sunnah
🔛 JOIN http://bit.ly/ashhabussunnah
💻 www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖

Selasa, 22 Desember 2015

MEMBELA DARI KEZHALIMAN

📌MEMBELA DARI KEZHALIMAN

🌷Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada perang Hudaibiyyah ketika onta Beliau berhenti dan tidak mau jalan, lalu sahabat Beliau berkata: (Khalaatil qashwa', khalaatil qashwa') maksudnya onta berhenti dan tidak mau jalan tanpa sebab, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda: (Demi Allah, tidaklah onta itu berhenti tanpa sebab, dan tidaklah  yang demikian itu terjadi melainkan karena dia memiliki naluri)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membela seekor hewan, karena kezhaliman itu tidak sepatutnya dilakukan meskipun terhadap hewan."

📚Syarhu Riyadhish Shalihin 1/16

📱📡AL-UKHUWWAH

📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah

🇸🇦
قال علامة ابن عثيمين رحمه الله : ولهذا قال الرسول صلى الله عليه وسلم في غزوة الحديبية لما أن ناقته حرنت وأبت أن تمشي , فقال الصحابة : ( خلأت القصواء, خلأت القصواء ) - يعني حرنت وبركت من غير علة - قال الرسول صلى الله عليه وسلم : ( والله ما خلأت القصواء , وما ذاك لها بخلق ) , النبي صلى الله عليه وسلم يدافع عن بهيمة , لأن الظلم لا ينبغي ولو على البهائم . انتهى من شرح رياض الصالحين 1/16 -طبعةمكتبة الأنصار .
[21/12/2015, 19.17] Abu Askary Jamal Bin Harun: 🌱 Y

Senin, 21 Desember 2015

HAKEKAT ZUHD

🎑🛤 HAKEKAT ZUHD

📜 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

🎗💰 "Bukanlah Zuhd itu kamu meninggalkan dunia dari tanganmu dalam keadaan ia bersemayam di hatimu

🔖 Namun, Zuhd adalah kau buang dunia dari hatimu walaupun ia berada dalam genggaman tanganmu".

💵🔏🔑

📚 Dinukil dari Thariq al-Hijratain (404).

•••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~

SEJARAH RINGKAS MUNCULNYA BID'AH MAULID

🌋🌃 SEJARAH RINGKAS MUNCULNYA BID'AH MAULID

🔥👉 Lihatlah,  siapa yang membuat tradisi Peringatan Maulid Nabi pertama kali.... Apakah orang-orang shalihin.. Apakah generasi Salaf yang diridhai??
------------------------

🔅 Fadhilatusy Syaikh al-'Allamah Muhammad Aman al-Jami rahimahullah berkata,

📌 "Apabila kita merujuk kepada sejarah — sebatas ilmuku — ; perayaan pertama yang terjadi adalah dengan nama Maulid Nabi. Kemudian diikuti dengan nama Maulid 'Ali bin Abi Thalib, kemudian maulid Fathimah – radhiyallahu 'anhuma – kemudian maulid al-Hasan dan al-Husein radhiyallahu 'anhuma, kemudian maulid untuk para khalifah yang ada ketika itu. 6 (enam) perayaan.

📵❓ Kapan terjadi ini?

Pada masa Bani Fathimiyyin – yang lebih tepat mereka adalah Bani Ubaidiyyin - . Mereka (Ubadiyyun) adalah orang-orang yang hendak mengangkat diri mereka dan mengklaim bahwa diri mereka adalah Fathimiyyin, nisbah kepada Fathimah az-Zahra'. Mereka hendak menetapkan nasab palsu dan dibuat-buat itu kepada Ahlul Bait.

Di antara bentuk kepalsuaannya adalah mereka membuat perayaan-perayaan tersebut setiap tahun. Mereka merayakan 6 perayaan/hari besar tersebut, sebagai bentuk pengagungan dari mereka terhadap Ahlul Bait. Karena mereka faktanya bukanlah termasuk Ahlul Bait. Mereka menisbahkan diri dan berusaha menetapkan nasab tersebut.

••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

APABILA IMAM TIDAK MELAKUKAN "JALSAH ISTIRAHAH" (Duduk Istirahat), BAGAIMANA DENGAN MAKMUM?

📌🌙 APABILA IMAM TIDAK MELAKUKAN "JALSAH ISTIRAHAH" (Duduk Istirahat), BAGAIMANA DENGAN MAKMUM?

📀 asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

📬 Pertanyaan:
"Jika imam tidak melakukan duduk istirahat (sebelum bangkit ke rakaat berikutnya), apakah disunnahkan bagi kita untuk duduk istirahat atau kita harus mengikuti imam?

📖 Jawab:

Dalam permasalahan ini, para ulama berbeda pendapat.

Ⓜ Pendapat yang paling dekat (kepada kebenaran) menurut saya adalah engkau TETAP MELAKUKAN DUDUK (istirahat), karena itu adalah duduk yang ringan sekali.

🌼 Duduk istirahat itu ringan sekali, dan tidak akan memudharatkan dirimu insya Allah..

----------------------------------
💻 sumber
http://ar.miraath.net/fatwah/10967

•••••••••••••••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

SIAPAKAH YANG PERTAMA KALI MENGADAKAN PERINGATAN MAULID NABI ﷺ?

🌋 SIAPAKAH YANG PERTAMA KALI MENGADAKAN PERINGATAN MAULID NABI ﷺ?

⛵ Al-Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi adalah para raja kerajaan Fathimiyyah -Al'Ubaidiyyah yang dinasabkan kepada ‘Ubaidullah bin Maimun Al-Qaddah Al Yahudi- mereka berkuasa di Mesir sejak tahun 357 H hingga 567 H.
🔥 Para raja Fathimiyyah ini beragama Syi’ah Isma’iliyyah Rafidhiyyah.
📚 (Al-Bidayah wa an-Nihayah 11/172).

Demikian pula yang dinyatakan oleh Al-Miqrizi dalam kitabnya Al-Mawaa’izh wa al-I’tibar 1/490.

🔴 Asy-Syaikh Ali Mahfuzh berkata:
“Di antara pakar sejarah ada yang menilai, bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi ialah para raja kerajaan Fathimiyyah di Kairo, pada abad ke-4 H.
Mereka menyelenggarakan enam perayaan maulid, yaitu:
▪ maulid Nabi ﷺ
▪ maulid Imam Ali radhiyallahu ‘anhu
▪ maulid Sayyidah Fathimah Az Zahra
▪ maulid Al-Hasan
▪ maulid Al-Husein
▪ maulid raja yang sedang berkuasa.

Perayaan-perayaan tersebut terus berlangsung dengan berbagai modelnya, hingga akhirnya dilarang pada masa Raja Al Afdhal bin Amirul Juyusy.

💭 Namun kemudian dihidupkan kembali pada masa Al Hakim bin Amrullah pada tahun 524 H, setelah hampir dilupakan orang. (Al-Ibda’ Fi Mazhahir al-Ibtida’ , hal. 126)


📇 lihat selengkapnya di
http://www.manhajul-anbiya.net/peringatan-maulid-nabi-dalam-timbangan-islam/

•••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~

BERPEGANGLAH PADA MANHAJ SALAF DAN TINGGALKAN MANHAJ KHALAF!!!

⛵🚊 BERPEGANGLAH PADA MANHAJ SALAF DAN TINGGALKAN MANHAJ KHALAF!!!

-------------------------
🍒 al-Hafizh Ibnu Haja al-'Asqalani rahimahullah berkata,

🌅🏡🍋 "Orang berbahagia adalah barangsiapa yang berpegang dengan apa yang para SALAF berada di atasnya, dan meninggalkan apa yang dibuat-buat oleh para Khalaf."

📘 Fathul Bari 13/253

•••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~

BAGAIMANA CARA MENGAJARKAN PERKARA MANHAJIYYAH kepada Orang Awam?

📖🔐 BAGAIMANA CARA MENGAJARKAN PERKARA MANHAJIYYAH kepada Orang Awam?

⛵🔍 al-'Allamah asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
( .... lanjutan....  )

⏩ Adapun cara dan uslub, maka BERBEDA antara satu orang (da’i) dengan orang (da’i) lainnya. Untuk setiap kondisi, maka ada yang tepat untuk diterapkan sesuai dengan kondisi tersebut. Orang yang hadir di tempat tentu akan melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh orang yang tidak hadir. Beragamnya situasi akan menempa seseorang untuk bisa menentukan bagaimana dia berbicara, dan bagaimana dia menyelesaikan problem-problem yang ada.
🔓 Sehingga tidak terpaku hanya pada satu cara, atau jumud (monoton) pada satu metode saja yang ia lakukan sepanjang hidupnya, tidak demikian.
🌠 (Kemampuan itu) semata-mata merupakan pemberian dan karunia dari Allah. Allah memberikan taufiq kepada orang-orang (yang dikehendakinya), yang dengan mereka Allah memberikan manfaat (kepada umat manusia).
Seorang da’i (juru dakwah) ke jalan Allah, baik dia itu sebagai imam masjid atau yang lainnya, dia senantiasa berupaya untuk senantiasa meletakkan di pelupuk matanya (prinsip yang ada dalam firman Allah)
“Serulah (ajaklah) ke jalan Rabb-mu dengan hikmah, dan nasehat yang baik, serta debatilah mereka dengan cara yang lebih baik.”
✅ Ayat ini menggariskan satu sisi penting dalam dakwah ke jalan Allah Tabaraka wa Ta’ala. Bahkan ayat ini menggariskan prinsip-prinsip penting dalam dakwah ke jalan Allah Tabaraka wa Ta’ala. Seorang muslim hendaknya meletakkannya di pelupuk matanya.

💎 Dengan prinsip tersebut dia mengatasi berbagai problem, memberikan faidah kepada umat, dan mengantarkan mereka kepada agama Allah yang benar. Ini yang bisa aku jelaskan menjawab pertanyaan di atas.

📚 (Fatawa Fadhilatusy Syaikh Rabi’ I/218)

💻 sumber http://manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

PINDAH TEMPAT UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT SUNNAH SETELAH SHALAT WAJIB

👣💭 PINDAH TEMPAT UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT SUNNAH SETELAH SHALAT WAJIB

🌴 Samahatu asy-Syaikh Al-‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin Baz Rahimahullah :

------------------------

❓📬 Tanya : "Apakah ada keterangan dalil yang menunjukkannya tentang anjuran berpindah tempat untuk melaksanakan shalat sunnah setelah shalat wajib?"

Jawab : 👋 "Yang aku ketahui TIDAK ADA hadits shahih yang menjelaskan tentang masalah itu.

↗ Namun dulu Ibnu ‘Umar Radhiyallahu 'anhuma dan banyak dari kalangan ‘ulama Salaf melakukan hal itu.
✅ Sehingga masalah ini bersifat longgar. Alhamdulillah.

⭕ Dalam masalah ini terdapat sebuah hadits yang lemah, diriwayatkan oleh Abu Dawud Rahimahullah. Namun itu ditopang oleh perbuatan shahabat Ibnu ‘Umar dan oleh para Salafush Shalih yang melakukan perbuatan tersebut. Wallahu Waliyyu at-Taufiq.

🎒🔑 (Majmu Fatawa Ibn Baz : 25/166)

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

HIKMAH BERPINDAH TEMPAT UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT SUNNAH SETELAH SHALAT WAJIB

☀💎 HIKMAH BERPINDAH TEMPAT UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT SUNNAH SETELAH SHALAT WAJIB

🌴🔅 Samahatu asy-Syaikh Al-‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin Baz Rahimahullah :

--------

❓📬 Tanya : "Apakah hikmah dari seorang yang shalat apabila seleai dari shalat wajib, kemudian berdiri lagi untuk menunaikan shalat sunnah, maka dia dituntunkan untuk mengganti/berpindah ke tempat lain, bukan pada tempat yang dia melaksanakan shalat wajib tadi?"

🌴 Jawab : "TIDAK ADA hadits shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam tentang masalah berpindah tempat, menurut apa yang kami ketahui. Dalam masalah ini hanya ada beberapa hadits-hadits yang lemah.

👉🔖 Berdasarkan pendapat yang memandang disyari’atkannya hal tersebut, sebagian para ‘ulama menyebutkan hikmahnya, yaitu
➡ adanya persaksian tempat yang dia shalat di situ.
Wallahu Subhanahu A’lam. Dia Maha Bijak dan Maha Berilmu."

🎒 (Majmu Fatawa Ibn Baz : 25/167)

••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

HAKEKAT DI BALIK PERAYAAN MAULID NABI

🌎🌑 HAKEKAT DI BALIK PERAYAAN MAULID NABI

🔥👉 Lihatlah,  siapa yang membuat tradisi Peringatan Maulid Nabi pertama kali.... Apakah orang-orang shalihin.. Apakah generasi Salaf yang diridhai??
------------------------

🍋 Asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid berkata,

قال التزمنتي الشافعي عن المولد: هذا الفعل لم يقع في الصدر الأول من السلف الصالح مع تعظيمهم وحبهم له إعظاما ومحبة لا يبلغ جمعنا الواحد منهم.
✅ At-Tazmanti asy-Syafi'i rahimahullah berkata tentang Maulid, "Perbuatan ini tidak pernah dilakukan oleh generasi pertama as-Salafush Shalih. Padahal pengagungan dan kecintaan mereka terhadap beliau (Rasulullah) merupakan pengagungan dan kecintaan yang sangat besar, kita semua tidak bisa mencapai seperti pengagungan dan kecintaan salah seorang di antara mereka (terhadap Rasulullah)."

قال المؤرخون : أول من أحدث الاحتفال بالمولد الدولة العبيدية. وقد قال عنهم المؤرخ الذهبي: قلبوا الإسلام،وأعلنوا الرفض،وأبطنوا مذهب الإسماعيلية
✅ Para 'ulama ahli sejarah mengatakan, "Yang pertama kali mengadakan perkara baru perayaan Maulid adalah Daulah Ubaidiyyah."
Seorang 'ulama ahli sejarah, al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah telah menegaskan tentang mereka,
"Mereka (Daulah Ubaidiyyah) membalik Islam, menampakkan (manhaj) Rafidhah, dan menyembunyikan madzhab Isma'iliyyah (salah satu sekte ekstrim dalam Syi'ah, pen)."

قال المؤرخون:أول من أحدث الاحتفال بالمولد الدولة العبيدية وقال عنهم القاضي عياض: أجمع العلماء بالقيروان أن حال بني عبيد حال المرتدين والزنادقة
✅ Para 'ulama ahli sejarah mengatakan, "Yang pertama kali mengadakan perkara baru perayaan Maulid adalah Daulah Ubaidiyyah."
Al-Qadhi 'Iyadh berkata tentang mereka, "Para 'ulama di negeri Qairawan telah sepakat bahwa kondisi Bani 'Ubaid (penguasa di Daulah Ubaidiyyah) adalah kondisi ORANG-ORANG MURTAD DAN PARA ZINDIQ

••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~

HUKUM PENAMAAN "AS-SALAFY" atau "AL-ATSARI"

💎🍒 Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah (28)

⛵🔎 HUKUM PENAMAAN "AS-SALAFY" atau "AL-ATSARI"

🌳 asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah

 🍒 Pertanyaan : "Bagaimana pendapat Anda dengan orang menamakan diri
▪ "as-Salafy" atau
▫ "al-Atsary",
apakah ini termasuk tazkiyyah (merekomendasi diri)? "

✅ Jawab :
"Jika dia benar/jujur bahwa dia memang "atsary" (seorang yang senantiasa mengikuti atsar/jejak salaf), atau "salafy" (seorang yang konsisten di atas Manhaj Salaf), maka ini TIDAK MENGAPA.

🌴 Sebagaimana dulu dikatakan oleh para ulama Salaf : "Fulan Salafy", atau "Fulan Atsary"

💎 Ini merupakan tazkiyyah (rekomendasi)  yang HARUS diberikan (apabila kenyataannya memang demikian,  pen)
🔑 Ini adalah Tazkiyyah yang WAJIB."

🎒 dari Muhadharah berjudul "Haq al-Muslim" pada 16/1/1413 H, di Thaif.

💻 Sumber
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=51219

.....................


سئل الشيخ/ عبدالعزيز بن باز رحمه الله عن حكم التسمي بالسلفي أو الأثري

السؤال : ما تقول فيمن تسمى بالسلفي والأثري ، هل هي تزكية . ؟؟؟


فأجاب رحمه الله : إذا كان صادقا أنه أثري أو أنه سلفي لا بأس ، مثل ما كان السلف يقول ، فلان سلفي ، فلان أثري ، تزكية لا بد منها ، تزكية واجبه .

من محاضرة بعنوان: "حق المسلم"، في 16/1/1413 بالطائف.)

☀ Keterangan
📁 Arsip "Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah" selengkapnya bisa dilihat di
🌐 http://www.manhajul-anbiya.net/al-fawaid-as-salafiyyah/silsilah-al-fawaid-as-salafiyyah/

••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~

SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORANG KAFIR

🌳🌿📚 SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORANG KAFIR

🔥👊🎄 Natal❌
🔥👊🎆 Tahun Baru ❌
dll

-------------------------------
(... lanjutan...)

3⃣ 🎁❌ Tidak Tukar Menukar Hadiah Pada Hari Raya Mereka
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Telah sampai kepada kami (berita) tentang sebagian orang yang tidak mengerti dan lemah agamanya, bahwa mereka saling menukar hadiah pada hari raya Nashrani. Ini adalah haram dan tidak boleh dilakukan. Sebab, dalam (perbuatan) tersebut mengandung unsur keridhaan kepada kekufuran dan agama mereka. Kita mengadukan (hal ini) kepada Allah.” (At-Ta’liq ‘Ala Iqtidha’ Shiratil Mustaqim hal. 277)

4⃣ 🍫🍞🚫 Tidak Menjual Sesuatu Untuk Keperluan Hari Raya Mereka

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menegaskan bahwa seorang muslim yang menjual barang dagangannya untuk membantu kebutuhan hari raya orang-orang kafir baik berupa makanan, pakaian atau selainnya maka ini merupakan bentuk pertolongan untuk mensukseskan acara tersebut. (Perbuatan) ini dilarang atas dasar suatu kaidah yaitu: Tidak boleh menjual air anggur atau air buah kepada orang-orang kafir untuk dijadikan minuman keras (khamr). Demikian halnya, tidak boleh menjual senjata kepada mereka untuk memerangi seorang muslim. (Iqtidha’ Shiratil Mustaqim hal.325)

5⃣ Tidak Melakukan Aktivitas-Aktivitas Tertentu Yang Menyerupai Orang-Orang Kafir Pada Hari Raya Mereka

Dalam fatwanya, Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan: “Dan demikian pula diharamkan bagi kaum muslimin untuk meniru orang-orang kafir pada hari raya tersebut dengan mengadakan perayaan-perayaan khusus, tukar menukar hadiah, pembagian permen (secara gratis), membuat makanan khusus, libur kerja dan semacamnya. Hal ini berdasarkan ucapan Nabi :

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut.” (H.R Abu Daud dengan sanad hasan). (Majmu’uts Tsamin juz 3)

sumber :
📥 manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~

HAKEKAT DI BALIK PERAYAAN MAULID NABI

🌎🌑 HAKEKAT DI BALIK PERAYAAN MAULID NABI

🔥👉 Lihatlah,  siapa yang membuat tradisi Peringatan Maulid Nabi pertama kali.... Apakah orang-orang shalihin.. Apakah generasi Salaf yang diridhai??
------------------------

🍋 Asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid berkata,

قال التزمنتي الشافعي عن المولد: هذا الفعل لم يقع في الصدر الأول من السلف الصالح مع تعظيمهم وحبهم له إعظاما ومحبة لا يبلغ جمعنا الواحد منهم.
✅ At-Tazmanti asy-Syafi'i rahimahullah berkata tentang Maulid, "Perbuatan ini tidak pernah dilakukan oleh generasi pertama as-Salafush Shalih. Padahal pengagungan dan kecintaan mereka terhadap beliau (Rasulullah) merupakan pengagungan dan kecintaan yang sangat besar, kita semua tidak bisa mencapai seperti pengagungan dan kecintaan salah seorang di antara mereka (terhadap Rasulullah)."

قال المؤرخون : أول من أحدث الاحتفال بالمولد الدولة العبيدية. وقد قال عنهم المؤرخ الذهبي: قلبوا الإسلام،وأعلنوا الرفض،وأبطنوا مذهب الإسماعيلية
✅ Para 'ulama ahli sejarah mengatakan, "Yang pertama kali mengadakan perkara baru perayaan Maulid adalah Daulah Ubaidiyyah."
Seorang 'ulama ahli sejarah, al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah telah menegaskan tentang mereka,
"Mereka (Daulah Ubaidiyyah) membalik Islam, menampakkan (manhaj) Rafidhah, dan menyembunyikan madzhab Isma'iliyyah (salah satu sekte ekstrim dalam Syi'ah, pen)."

قال المؤرخون:أول من أحدث الاحتفال بالمولد الدولة العبيدية وقال عنهم القاضي عياض: أجمع العلماء بالقيروان أن حال بني عبيد حال المرتدين والزنادقة
✅ Para 'ulama ahli sejarah mengatakan, "Yang pertama kali mengadakan perkara baru perayaan Maulid adalah Daulah Ubaidiyyah."
Al-Qadhi 'Iyadh berkata tentang mereka, "Para 'ulama di negeri Qairawan telah sepakat bahwa kondisi Bani 'Ubaid (penguasa di Daulah Ubaidiyyah) adalah kondisi ORANG-ORANG MURTAD DAN PARA ZINDIQ

••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~

Larangan Memberikan UCAPAN SELAMAT kepada Orang-Orang Kafir atas Hari-Hari Raya Mereka

🎊📛 Larangan Memberikan UCAPAN SELAMAT kepada Orang-Orang  Kafir atas Hari-Hari Raya Mereka

[ 🎄👈❌ termasuk ucapan "Selamat Natal", atau "Selamat Tahun Baru", ( tahun baru masehi atau imlek, dll) ]

----------------------------------

🌕 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

⛔ "Adapun memberikan ucapan selamat kepada mereka (orang-orang kafir) atas syi'ar-syi'ar kufur yang menjadi kekhususan mereka maka hukumnya HARAM dengan kesepakatan (para 'ulama).

📩 Ucapan selamat kepada mereka, (misalnya) dengan mengatakan, "Id (hari raya) kalian Mubarak", atau "Bergembiralah dengan hari raya ini." (Atau ungkapan-ungkapan lainnya yang kita dengar sekarang), maka kalaupun pengucapnya selamat dari kekufuran (kita berlindung kepada Allah darinya), namun perbuatan tersebut  termasuk MUHARRAMAH (hal-hal yang diharamkan). Ucapan itu sama
kedudukannya dengan memberikannya ucapan selamat atas sujudnya orang kafir kepada salib.
👊🏻 Bahkan itu (ucapan selamat hari raya) LEBIH BERAT DOSAnya di sisi Allah, dan lebih besar kemurkaan Allah terhadapnya dibandingkan ucapan selamat kepada orang yang meminum khamr, membunuh jiwa, atau melanggar kemaluan yang haram (yakni zina), dan semisalnya …
❌Maka barangsiapa yang memberikan ucapan selamat kepada seorang hamba atas sebuah kemaksiatan, atau kebid'ahan, atau kekufuran, maka dia telah mengarahkan dirinya kepada kemurkaan dan kemarahan Allah Ta'ala

📗Sumber: Ahkam ahli adz-Dzimmmah

•••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Larangan Memberikan UCAPAN SELAMAT kepada Orang-Orang Kafir atas Hari-Hari Raya Mereka

🎊📛 Larangan Memberikan UCAPAN SELAMAT kepada Orang-Orang  Kafir atas Hari-Hari Raya Mereka

[ 🎄👈❌ termasuk ucapan "Selamat Natal", atau "Selamat Tahun Baru", ( tahun baru masehi atau imlek, dll) ]

----------------------------------

🌕 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

⛔ "Adapun memberikan ucapan selamat kepada mereka (orang-orang kafir) atas syi'ar-syi'ar kufur yang menjadi kekhususan mereka maka hukumnya HARAM dengan kesepakatan (para 'ulama).

📩 Ucapan selamat kepada mereka, (misalnya) dengan mengatakan, "Id (hari raya) kalian Mubarak", atau "Bergembiralah dengan hari raya ini." (Atau ungkapan-ungkapan lainnya yang kita dengar sekarang), maka kalaupun pengucapnya selamat dari kekufuran (kita berlindung kepada Allah darinya), namun perbuatan tersebut  termasuk MUHARRAMAH (hal-hal yang diharamkan). Ucapan itu sama
kedudukannya dengan memberikannya ucapan selamat atas sujudnya orang kafir kepada salib.
👊🏻 Bahkan itu (ucapan selamat hari raya) LEBIH BERAT DOSAnya di sisi Allah, dan lebih besar kemurkaan Allah terhadapnya dibandingkan ucapan selamat kepada orang yang meminum khamr, membunuh jiwa, atau melanggar kemaluan yang haram (yakni zina), dan semisalnya …
❌Maka barangsiapa yang memberikan ucapan selamat kepada seorang hamba atas sebuah kemaksiatan, atau kebid'ahan, atau kekufuran, maka dia telah mengarahkan dirinya kepada kemurkaan dan kemarahan Allah Ta'ala

📗Sumber: Ahkam ahli adz-Dzimmmah

•••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

ENARKAH YANG MERAYAKAN 'MAULID NABI' PERTAMA KALI ADALAH RAJA AL-MUZHAFFAR, PENGUASA KOTA IRBIL?!

🚃🏫 BENARKAH YANG MERAYAKAN 'MAULID NABI' PERTAMA KALI ADALAH RAJA AL-MUZHAFFAR, PENGUASA KOTA IRBIL?!

~~~~~~~~~~~~~~

🌋 Diedarkan sebuah tulisan, bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan Maulid Nabi adalah Raja Abu Sa'id al-Muzhaffar Penguasa Irbil,  wafat tahun 184 H!!

💭 Propaganda dengan mengatasnamakan sejarah ini perlu dijawab,

🚉 Bahwa tidak benar Raja al-Muzhaffar tersebut wafat pada tahun 184 H. Namun yang benar adalah dia lahir tahun 549, wafat tahun 630 H!! Yakni wafat pada abad ke-7 hijriah.

🔥 Bahwa yang pertama kali MEMBUAT perayaan 'Maulid Nabi' adalah kerajaan Bani Ubaidiyyah (yang menamakan dirinya Bani Fathimiyyah) di Mesir, yang berkuasa pada 362 - 567 H.

🎯 Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh para pakar sejarah. Di antaranya oleh Taqiyyuddin al-Miqrizi,  dalam kitabnya yang berjudul "al-Mawa'izh wa al-i'tibar bi Dzikri al-Khuthath wa al-Aatsaar". Pada 1/490, al-Miqrizi mengatakan,

"Para Khalifah Dinasti Fathimiyyah memiliki banyak hari raya dan peringatan sepanjang tahun. Yaitu :
💥 Peringatan Awal Tahun,
💥 Hari Asyura
💥 Maulid Nabi — shallallahu alaihi wa sallam —
💥 Maulid Ali bin Abi Thalib
💥 Maulid al-Hasan
💥 Maulid al-Husein
💥 Maulid Fathimah az-Zahra
💥 Maulid Khalifah yang sedang berkuasa
💥 Malam awal Rajab
💥 Malam Nishfu Rajab
💥 Malam awal Sya'ban
💥 Malam Nishfu Sya'ban
..... dst." demikian keterangan dari al-Miqrizi

🔥💉 Jadi, Perayaan Maulid Nabi yang pertama kali mengadakan adalah Dinasti Ubaidiyyah.

🔥🌋 Tahukah Anda siapakah Bani/Dinasti Ubaidiyyah (yang menamakan diri sebagai Dinasti Fathimiyyah) ini?
👉🏻 Mereka adalah berpaham Syi'ah Rafidhah.
👉🏻 Mereka telah :
• Mencela para nabi
• Mencela dan benci terhadap para shahabat
• Mencela para salaf.

🎒 Seorang 'ulama ahli sejarah, al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah telah menegaskan tentang Daulah Ubaidiyyah,
"Mereka (Daulah Ubaidiyyah) membalik Islam, menampakkan (manhaj) Rafidhah, dan menyembunyikan madzhab Isma'iliyyah (salah satu sekte ekstrim dalam Syi'ah, pen)."

🔐 Al-Qadhi 'Iyadh berkata tentang Daulah Ubaidiyyah,
"Para 'ulama di negeri Qairawan telah sepakat bahwa kondisi Bani 'Ubaid (penguasa di Daulah Ubaidiyyah) adalah kondisi ORANG-ORANG MURTAD DAN PARA ZINDIQ."

••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~

Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi 2

💥🌋🌌 Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi

👊🔥 BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
( -- 2⃣ -- )

✏ Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
-----------------

❄ Berdalih bahwasanya perayaan Maulid Nabi ini diamalkan oleh kebanyakan manusia di berbagai negeri.

🌙 Jawaban dari syubhat ini, kita katakan:
Hujjah (yang bisa diterima, pen) adalah keterangan yang telah pasti datangnya dari Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam-.

Keterangan yang telah pasti dari Rasul - shallallahu 'alaihi wa sallam - adalah LARANGAN terhadap amalan-amalan bid'ah secara umum, dan (amalan Maulid ini) termasuk salah satunya.

👊 Amalan manusia, jika menyelisihi dalil, maka bukanlah hujjah, walaupun banyak yang mengamalkannya.

"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah." (al-An'am: 116)

☀ Senantiasa ada — segala puji hanya bagi Allah — pada setiap masa orang-orang yang mengingkari amalan bid'ah ini dan menjelaskan kebatilannya. Maka tidak ada lagi hujjah yang tersisa bagi mereka-mereka yang masih terus melakukan bid'ah ini setelah jelas kebenaran bagi mereka.

✏🔍 Di antara para ulama yang mengingkari perayaan bid'ah ini
📌  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di dalam kitab "Iqtidha' ash-Shirath al-Mustaqim",
📌 al-Imam asy-Syathiby di kitab "al-I'thisham", Ibnu al-Hajj di "al-Madkhal",
📌 asy-Syaikh Tajuddin 'Ali bin 'Umar al-Lakhmy menulis pengingkaran beliau pada satu kitab tersendiri,
📌 asy-Syaikh Muhammad Basyir as-Sahsuwany al-Hindy di kitab beliau "Shiyanat al-Insan",
📌 asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu asy-Syaikh menulis sebuah risalah tersendiri pula,
📌 Samahatu asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz,

dan yang selain mereka dari para ulama yang tak henti-hentinya menulispertanyaan pengingkaran terhadap bid'ah ini setiap tahunnya di berbagai surat kabar dan majalah pada waktu dilakukannya perayaan bid'ah ini.

••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~

Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi 1

💥🌋🌌 Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi

👊🔥 BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
( -- 1⃣ -- )

✏ Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
-----------------

🔥⛔ Pernyataan mereka bahwa di dalam perayaan Maulid Nabi tersebut terkandung nilai pengagungan terhadap Nabi --shallallahu 'alaihi wa sallam-.

▶ Jawaban terhadap hal ini (syubhat ini, pen) kita katakan:
Sikap pengagungan terhadap Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- adalah dengan
▪ menaati beliau,
▪ menjalankan perintah beliau,
▪ menjauhi larangan beliau, dan
▪ mencintai beliau -shallallahu 'alaihi wa sallam-.

🔥❌ Pengagungan terhadap beliau bukanlah dengan amalan-amalan bid'ah, khurafat, dan kemaksiatan.
👉💥🎈 Dan perayaan maulid (hari kelahiran, pen) masuk ke dalam bagian yang tercela ini, karena termasuk kemaksiatan.

🚠 Manusia yang paling kuat sikap pengagungannya kepada Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- adalah para sahabat -radhiyallahu 'anhum-.
✅ Sebagaimana yang dikatakan oleh 'Urwah bin Mas'ud kepada kaum Quraisy:
"Wahai sekalian kaum! Demi Allah, aku pernah berjumpa dengan kisra, kaisar, dan juga raja-raja yang lainnya, akan tetapi aku tidak pernah melihat seorang raja diagungkan oleh para pengikutnya sebagaimana Muhammad -shallallahu 'alihi wa sallam- diagungkan oleh para sahabatnya. Demi Allah, mereka tidak berani mengangkat pandangan mereka ke arahnya sebagai bentuk pengagungan terhadap dirinya."

Bersamaan dengan kuatnya sikap pengagungan para sahabat yang seperti ini, mereka tidak pernah menjadikan hari kelahiran beliau sebagai hari 'id dan perayaan. Kalau seandainya hal itu disyariatkan, tentu mereka tidak akan meninggalkannya.

••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~

Larangan Memberikan UCAPAN SELAMAT kepada Orang-Orang Kafir atas Hari-Hari Raya Mereka

🎊📛 Larangan Memberikan UCAPAN SELAMAT kepada Orang-Orang  Kafir atas Hari-Hari Raya Mereka

[ 🎄👈❌ termasuk ucapan "Selamat Natal", atau "Selamat Tahun Baru", ( tahun baru masehi atau imlek, dll) ]

----------------------------------

🌕 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

⛔ "Adapun memberikan ucapan selamat kepada mereka (orang-orang kafir) atas syi'ar-syi'ar kufur yang menjadi kekhususan mereka maka hukumnya HARAM dengan kesepakatan (para 'ulama).

📩 Ucapan selamat kepada mereka, (misalnya) dengan mengatakan, "Id (hari raya) kalian Mubarak", atau "Bergembiralah dengan hari raya ini." (Atau ungkapan-ungkapan lainnya yang kita dengar sekarang), maka kalaupun pengucapnya selamat dari kekufuran (kita berlindung kepada Allah darinya), namun perbuatan tersebut  termasuk MUHARRAMAH (hal-hal yang diharamkan). Ucapan itu sama
kedudukannya dengan memberikannya ucapan selamat atas sujudnya orang kafir kepada salib.
👊🏻 Bahkan itu (ucapan selamat hari raya) LEBIH BERAT DOSAnya di sisi Allah, dan lebih besar kemurkaan Allah terhadapnya dibandingkan ucapan selamat kepada orang yang meminum khamr, membunuh jiwa, atau melanggar kemaluan yang haram (yakni zina), dan semisalnya …
❌Maka barangsiapa yang memberikan ucapan selamat kepada seorang hamba atas sebuah kemaksiatan, atau kebid'ahan, atau kekufuran, maka dia telah mengarahkan dirinya kepada kemurkaan dan kemarahan Allah Ta'ala

📗Sumber: Ahkam ahli adz-Dzimmmah

•••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

MEMBUKA HATI MANUSIA DENGAN ILMU

🌅 MEMBUKA HATI MANUSIA DENGAN ILMU

~~~~~~~~~~~~

📜✒💠Sesungguhnya dalam upayamu menyebarkan ilmu, berarti menyebarkan agama Allah.
👍🏻 Dengan itu kamu menjadi termasuk MUJAHIDIN FI SABILILLAH.

Ⓜ🔑 Karena kamu telah membuka hati (para manusia) dengan ILMU. Sebagaimana para mujahidin membuka negeri-negeri dengan senjata dan iman."

◽ al-'Allamah Ibnu Utsaimin
📚 Syarh Doa Qunut Witir, hlm. 12

••••••••••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

DUA JENIS PIHAK YANG MEMERANG DAKWAH SALAFIYYAH

⚠🔥 DUA JENIS PIHAK YANG MEMERANG DAKWAH SALAFIYYAH

---------------------

⛵ al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali -hafizhahullahu- berkata

🅾 Ketahuilah, pihak-pihak yang memerangi Dakwah Salafiyyah itu ada dua jenis:

1⃣ Jenis (yang pertama) yaitu yang bersikap tamyi' (lembek) di dalam beragama.

👓🌂 Maka engkau akan melihatnya berjalan/bergaul bersama
💥 ahli khurafat,
💥 ahlul bid'ah,
💥 hizbiyyin,
💥 orang-orang sekuleris, dan yang selain mereka.

👉💨 Dan dia menginginkan agar engkau menutup mata/diam dari berbagai macam bid'ah dan kesesatan!

2⃣ Jenis yang lain (yang kedua) yaitu yang memiliki sikap tasyaddud (terlalu keras), ta'annut (berlebihan), dan tazammut (kaku).

👊❌ Mereka seluruhnya (kedua jenis di atas, pen) adalah PARA PENDUSTA,
⏩ tidak ada yang mereka inginkan kecuali MERUSAK Dakwah Salafiyyah dan para  pembawanya.

Ⓜ✅ Maka wajib atas kalian untuk
🔹 bersikap wasath (pertengahan) dan adil, serta
🔹 bersungguh-sungguh di dalam menuntut ilmu,
🔸 bersungguh-sungguh dan mati-matian di dalam menyebarkan dakwah ini dengan :
☀ penuh hikmah, nasihat yang baik, serta akhlak yang mulia.

📚 Sumber:
al-Lubab min Majmu' Nashaih wa Taujihat asy-Syaikh Rabi' li asy-Syabab, cet. Dar al-Imam Ahmad dan Dar al-Mirats an-Nabawy, hal. 133

•••••••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~

ALIANSI MILITER ISLAMI untuk Menumpas Terorisme

🚉🌅 ALIANSI MILITER ISLAMI untuk Menumpas Terorisme

~~~~~~~~~~
🇸🇦 Di antara ciri utama negeri Tauhid dan Sunnah, kepeduliaanya yang sangat besar terhadap Islam dan Umat Islam. Di samping kewaspadaan terhadap segala pemikiran atau pun kegiatan yang membahayakan umat dan agama.
⛵ Terorisme yang terus gencar ditebarkan oleh kelompok-kelompok sempalan,  merupakan problem serius yang menimpa umat dan mencoreng kemulian Islam. Terorisme merupakan tindak pengrusakan di muka bumi, menghancurkan tanaman dan keturunan.
🚈 Sudah sejak bertahun-tahun Negara Tauhid dan Sunnah berupaya keras mengerahkan segenap kemampuan untuk memerangi paham radikal yang sangat berbahaya itu. Para ulama di negeri tersebut tampil memberikan penjelasan kepada umat akan bahaya terorisme, dalam bentuk :
🔖 berbagai ceramah dan taklim
🔖 fatwa peringatan terhadap bahaya radikalime dan bahaya tokoh-tokohnya
🔖 berbagai buku dan karya tulis ilmiah
🔖 membersihkan dan menertibkan kurikulim dan buku-buku pendidikan
🔖 pengawasan terhadap berbagai media
dan masih banyak lagi.

🚡 Dengan diprakarsai oleh Negara Tauhid, Kerajaan Saudi Arabia, terbentuklah "Aliansi Militer Islami" untuk menumpas Terorisme dengan berbagai bentuk dan tampilannya. Ini merupakan langkah yang kesekian kalinya dari Kerajaan Saudi Arabia dalam upaya memerangi terorisme.
📢 Diumumkan pada 3 Rabi'ul Awwal 1437 H / 15 Desember 2015 M oleh Menteri Pertahanan Saudi Arabia, Muhammad bin Salman. Tidak kurang dari 34 negara-negara Islam bergabung dalam aliansi ini. Itu semua semata-mata berkat rahmat dan taufiq dari Allah Ta'ala.

🔑 Kita sebagai umat muslim, sepantasnya untuk bersyukur dan mengapresiasi langkah dan upaya positif ini. Sebagaimana para ulama sunnah telah mendukung aliansi Islami ini.

💺 "Target aliansi ini tidak terbatas pada ISIS saja. Namun targetnya adalah semua pergerakan / kelompok terorisme." Demikian ditegaskan oleh Pangeran Muhammad bin Salman, wakil putra mahkota sekaligus Menteri Pertahanan Kerajaan Saudi Arabia ini dalam keterangan resminya.

🚩 Aliansi ini bukan untuk kepentingan Amerika atau yang lainnya,  sebagaimana dituduhkan oleh sebagian pihak. Namun semata-mata merupakan panggilan agama, yang memerintahkan untuk memerangi terorisme. Sungguh itu merupakan tuduhan tidak berdasar,  yang bersumber dari keterburu-buruan dalam menilai dan kelancangan dalam berbicara.

🌆 Termasuk yang membuat kita umat Islam prihatin adalah, ternyata para pengusung Islam Nusantara di negeri ini juga memberikan pernyataan-pernyataan yang kontraproduktif terhadap aliansi ini.
Di samping memberikan penilaian-penilaian negatif tak berdasar, juga disertai pernyataan penuh kecurigaan, "Jangan-jangan, aliansi yang dibangun ini merupakan upaya perebutan pengaruh dengan Iran di kawasan Timur Tengah."

🌋 Sangat aneh, kenapa para pengusung Islam Nusantara itu tiba-tiba "membelokkannya" ke Iran, yang notabene negara tersebut adalah Syi'ah Rafidhah banyak mendudukung terorisme.

👉🏻 Hal ini mengingatkan kepada ucapan salah seorang pengusung Islam Nusantara, bahwa Islam Nusantara memang dimunculkan dan digencarkan untuk memerangi Wahabi. Di lain kesempatan, penggagas Islam Nusantara juga menyatakan bahwa Syi'ah masih merupakan bagian dari Islam!!!

🌺 Dakwah Tauhid dan Sunnah yang penuh rahmat dan sikap bijak,  mereka kesankan sebagai dakwah yang keras dan radikal. Sebaliknya, kelompok sesat dan kejam Syi'ah justeru dielu-elukan dan dibela.

🌳 Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiq serta kebaikan kepada kaum muslimin,  serta melindungi iman dan aqidah mereka dari para pengusung kebatilan.

•••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

HUKUM BEKERJA DI BANK

🏢🚫 HUKUM BEKERJA DI BANK

🌴 Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah :
.............................................

📛 “Tidak diragukan bahwa BEKERJA DI BANK yang bermu’amalah/berinteraksi dengan riba adalah TIDAK BOLEH.

🌀⭕ Karena itu merupakan perbuatan turut MEMBANTU bank di atas dosa dan permusuhan. Allah Ta’ala telah berfirman,

{وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ}

“Tolong menolong-lah kalian di atas kebajikan dan ketaqwaan, dan janganlah kalian tolong menolong di atas dosa dan kemaksiatan. Takutlah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras adzab-Nya.” (al-Maidah : 2)

🍃 Riwayat yang shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam :

«أنه لعن آكل الربا وموكله وكاتبه وشاهديه وقال: هم سواء  »

Bahwa beliau melaknat pemakan riba, orang yang memberikannya, penulisnya, dan dua orang saksinya. Beliau mengatakan, “mereka semua sama.” (HR. Muslim 1598).

📒 Majmu’ Fatawa wa Maqalaat Mutanawwi’ah : 4/310

••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~

BIASAKANLAH DIRIMU UNTUK MENERAPKAN SUNNAH

🌴🚡 BIASAKANLAH DIRIMU UNTUK MENERAPKAN SUNNAH

🔑 Al-'Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah
................................

🎯 "Biasakanlah dirimu untuk menerapkan sunnah. Sungguh padanya terdapat BARAKAH."

📒 Syarh Kitab "Ighatsatu al-Lahfan, 1/11/1436 H

‏قال العلامة صالح الفوزان -حفظه الله- :

 "عوّد نفسك على تطبيق السنة ففيها البركة"

📚شرح كتاب إغاثة اللهفان (١/١١/١٤٣٦)

•••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

BERBAGAI MASHALIH dan HIKMAH PADA IBADAH

💎 BERBAGAI MASHALIH dan HIKMAH PADA IBADAH

🅾 asy-Syaikh Al-'Allamah Rabi' bin Hadi Al Madkhali berkata:

 "Allahu akbar..., pada ibadah-ibadah ini terdapat banyak mashlahat bagi para hamba.

🌙 Ketika seseorang membasuh kedua telapak tangannya pada saat berwudhu', maka seluruh dosa yang dia kerjakan dengan kedua telapak tangannya akan berjatuhan.

🔀 Ketika dia membasuh wajahnya, seluruh dosa yang dilihat oleh matanya akan berjatuhan .

👉 Ketika membasuh kedua lengannya, seluruh dosa yang dia perbuat dengan kedua tangannya akan berjatuhan.

📮 Apabila dia mengakhiri wudhu' dengan membaca: ....

 أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدًا رسول الله،

"Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Aku bersaksi bahwa Muhammad -shallallahu 'alaihi wasallam- adalah utusan Allah. "

☀🌍 Maka Allah bukakan baginya pintu-pintu Jannah (surga).
  
🌼💎 Tidakkah engkau melihat mashlahat-mashlahat wudhu' ini? Lalu bagaimana dengan shalat, zakat, dan ibadah-ibadah lainnya?

🌷✅  Tidaklah Allah mensyari'atkan bagi hambaNya suatu perkara melainkan untuk suatu mashlahat dan hikmah bagi hambaNya. Allah adalah Dzat yang Maha Lembut, Maha Penyayang, Maha Kaya dan Maha Terpuji."

📒 Nafahat al-Huda wa al-Iman min Majalis Al-Qur'an, hal. 31

••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~

Istighfar

Berkata Ibnu Taimiyyah رحمه الله :

Maka seorang hamba itu selalu berada diantara nikmat Allah yang perlu padanya untuk disyukuri dan dosa akibat perbuatannya yang perlu padanya Istighfar"

📚]» Majmu' al-Fatawaa : 1/88]

==========

▫قال ابن تيمية رحمه الله:

{ فالعبد دائماً بين نعمة من الله يحتاج فيها إلى شكر، وذنب منه يحتاج فيه الاستغفار }

📔 مجموع الفتاوى: [٨٨/١٠]

✿ ✿ ✿ ✿ ✿ ✿ ✿

✍⇝Admin Group :
[📚]» Fawaid ilmiyah wad durus || www.fawaidilmiyahwaldurus.blogspot.co.id

((📡)) Channel Telegram: @fawaid_ilmiyahwaldurus || http://bit.ly/fawaid_ilmiyahwaldurus

Audio Kajian Purbalingga "8 Robiul awal 1437 H"

💽💽📀💿
Bismillah

Alhamdulillah
🔘 Audio kajian
📆 Ahad, 8 Robiul awal 1437 H,  di Purbalingga dapat diunduh di :

1⃣ Masjid Aisyah binti Abi Bakr, Brobot Purbalingga
📝 Taushiyah wali santri
💺 al-Ustadz Abu 'Abdillah Ikhwan 
📥 http://bit.ly/1me83by

2⃣ Masjid Agung Daarussalaam Purbalingga
📖 Kalimat yang Indah Wasiat dalam bermanhaj (pertemuan ke2)
💺 al-Ustadz Abu 'Ukasyah Harits
📥 http://bit.ly/1URCctn

💐Semoga Bermanfaat
••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Gabung di chanel telegram Forum Salafy Purbalingga
🔽 http://bit.ly/ForumSalafyPurbalingga

BAGAIMANA CARA MENGAJARKAN PERKARA MANHAJIYYAH kepada Orang Awam?

📖🔐 BAGAIMANA CARA MENGAJARKAN PERKARA MANHAJIYYAH kepada Orang Awam?

⛵🔍 al-'Allamah asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Sesungguhnya wajib atas para pengemban ilmu, baik ‘ulama maupun para penuntut ilmu yang kuat keilmuannya, WAJIB atas mereka untuk MEMBERIKAN PENGAJARAN kepada umat, dan MENYAMPAIKAN risalah Allah kepada mereka, baik di lembaga-lembaga pendidikan, perguruan tinggi, masjid-masjid, perkumpulan (majelis-majelis ilmu), maupun melalui media-media syar’iyyah. Di sana ada media-media yang haram, ada pula media-media yang syar’iyyah.
💻📁 Maka apabila seorang muslim mendapatkan MEDIA YANG SYAR'I hendaknya ia gunakan untuk berdakwah ke jalan Allah. Karena ‘ulama itu adalah pewaris para nabi. Sedangkan para nabi itu adalah para penyeru ke jalan Allah Tabaraka wa Ta’ala. Para nabi tersebut diutus oleh Allah untuk mengajak umat manusia kepada tauhid dan beriman kepada-Nya, serta mengimani hal-hal yang Allah wajibkan untuk diimani, yaitu beriman kepada para rasul, para malaikat, kitab-kitab, surga-neraka dan yang terkait dengannya berupa kebangkitan (dari alam kubur), adzab kubur, melewati ash-shirath, serta lainnya yang berhubungan dengan aqidah dan dakwah.

Wajib pula menyampaikan PENGAJARAN SECARA RINCI sesuai dengan kemampuan.
🔅 Orang-orang awam dipahamkan dengan pengajaran secara rinci sesuai dengan kemampuan. Karena perkara-perkara yang aku sebutkan di atas, merupakan perkara-perkara prinsipil dan besar, tidak bisa tidak. Seseorang tidak bisa menjadi mukmin kecuali dengan perkara-perkara tersebut. Maka hendaknya DITITIKBERATKAN pada (pengajaran) perkara-perkara di atas.
🔅 Berikutnya pengajaran tentang shalat secara rinci. Sehingga umat mengerti bagaimana cara beribadah kepada Rabb-nya dan bagaimana cara menegakkan rukun Islam yang kedua ini. Karena memang rukun yang pertama adalah syahadatain.
🔅 Berikutnya pengajaran tentang zakat, shaum, dan haji.
🔅 Lalu tentang hal-hal yang haram, seperti zina, perbuatan keji, minum khamr, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan cara yang haq (dibenarkan dalam syari’at), dan berbagai perbuatan haram lainnya yang wajib atas seorang mukmin untuk menjauhinya. Tak ketinggalan pula ghibah dan namimah (adu domba) serta dosa-dosa besar lainnya yang telah diperingatkan oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Disebutkan oleh Allah dalam kitab-Nya dan disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Banyak dari dosa-dosa tersebut diketahui oleh umat, baik awamnya maupun kalangan khusus. Namun apabila disampaikan hal-hal tersebut dengan ilmu, mendetail, dan disertai penyebutan dalil-dalilnya, maka itu menambah ilmu dan pengetahuan pada umat, serta semakin mengokohkan sikap takwa dan muraqabah (merasa senantiasa diawasi oleh Allah) di tengah-tengah umat.

🔑💡🔅 Kemudian di tengah-tengah proses pengajaran di atas,
▪apabila ada kebutuhan untuk mentahdzir dari bahaya bid’ah, maka bisa dilakukan TAHDZIR SECARA UMUM.
▪👉 Apabila di sana ada orang yang getol menyebarkan bid’ah dan kesesatan, maka bisa (ditahdzir bid’ah tersebut) dengan DISEBUT bid’ahnya dan DINISBAHKAN kepada PENGUCAPnya, DIBANTAH dengan ilmu dan hikmah.
🚫 Bukan untuk menjatuhkan, atau mencela; bukan pula untuk membingungkan umat. Karena maksud-maksud jelek tersebut justru menjadikan amalan ini berubah menjadi maksiat.

🌼🌐 Seorang da’i bertaqarrub kepada Allah dengan amalan nasehat dan tahdzir seperti di atas. Dia meniatkannya karena
🔸mengharap wajah Allah, dan
🔹dalam rangka melindungi umat dari bahaya yang mengancam agama mereka dan bisa menjerumuskan mereka dalam kemurkaan Allah, baik di dunia maupun di akhirat.
Ⓜ Ini adalah niat yang sangat luhur. Dia meniatkan dengan amalan tersebut wajah Allah, memberikan manfaat kepada manusia, serta menjauhkan umat dari kejelekan dan hal-hal yang membahayakan mereka baik di dunia maupun di akhirat.

(..... berlanjut....)

•••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORANG KAFIR 1

🌳🌿📚 SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORANG KAFIR
🔥👊🎄 Natal❌
🔥👊🎆 Tahun Baru ❌ dll
-------------------------------

Menanggapi upaya-upaya yang keras dari orang-orang kafir dalam meredam dan menggugurkan prinsip Al-Bara’, melalui hari raya mereka, maka sangatlah mendesak untuk setiap muslim mengetahui dan memahami perkara-perkara berikut ini:

1⃣ Tidak Menghadiri Hari Raya Mereka
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Berbaurnya kaum muslimin dengan non-muslim (kafir, pen) dalam acara hari raya mereka adalah HARAM. Sebab, dalam perbuatan tersebut mengandung unsur tolong menolong dalam hal perbuatan dosa dan permusuhan. Padahal Allah berfirman (artinya): “Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah kalian tolong menolong didalam dosa dan pelanggaran.” (Al Maidah:2)…..Oleh karena itu para ulama mengatakan bahwa kaum muslimin tidak boleh ikut bersama orang-orang kafir dalam acara hari raya mereka karena hal itu menunjukan persetujuan dan keridhaan terhadap agama mereka yang batil.” (Disarikan dari majalah Asy Syariah no.10 hal.8-9)

Berkaitan dengan poin yang pertama ini, tidak sedikit dari para ulama ketika membawakan firman Allah yang menceritakan tentang sifat-sifat Ibadurrahman (artinya): “(Yaitu) orang-orang yang tidak menghadiri kedustaan.” (Al Furqan:73), mereka menafsirkan “kedustaan” tersebut dengan hari-hari raya kaum musyrikin (lihat Tafsir Ibnu Jarir)

Lebih parah lagi apabila seorang muslim bersedia menghadiri acara tersebut di gereja atau tempat-tempat ibadah mereka. 'Umar bin al-Khaththab mengecam perbuatan ini dengan mengatakan :
“Dan janganlah kalian menemui orang-orang musyrikin di gereja-gereja atau tempat-tempat ibadah mereka, karena kemurkaan Allah akan menimpa mereka.” (HR Al-Baihaqi 18861, dengan sanad shahih)

2⃣ Tidak Memberikan Ucapan Selamat Hari Raya
Di dalam salah satu fatwanya, beliau (Asy Syaikh Ibnu Utsaimin) mengatakan bahwa memberikan ucapan selamat hari raya Natal kepada kaum Nashrani dan selainnya dari hari-hari raya orang kafir adalah HARAM.
👉 Keharaman tersebut disebabkan adanya unsur keridhaan dan persetujuan terhadap syiar kekufuran mereka, walaupun pada dasarnya tidak ada keridhaan terhadap kekufuran itu sendiri. Beliau pun membawakan ayat yaitu (artinya): “Bila kalian kufur maka sesungguhnya Allah tidak butuh kepada kalian. Dia tidak ridha adanya kekufuran pada hamba-hamba-Nya. (Namun) bila kalian bersyukur maka Dia ridha kepada kalian.” (Az Zumar:7). Juga firman-Nya (yang artinya): “Pada hari ini, Aku telah sempurnakan agama ini kepada kalian, Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kalian dan Aku ridhai Islam menjadi agama kalian.” (Al Maidah:3)
Beliau juga menambahkan bahwa bila mereka sendiri yang mengucapkan selamat hari raya tersebut kepada kita maka kita tidak boleh membalasnya karena memang bukan hari raya kita. Demikian pula, hal tersebut disebabkan hari raya mereka ini bukanlah hari raya yang diridhai Allah karena memang sebuah bentuk bid’ah dalam agama asli mereka. Atau kalau memang disyariatkan, maka hal itu telah dihapus dengan datangnya agama Islam.” (Majmu’uts Tsamin juz 3 dan Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan 1/255)
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir pada hari raya mereka, kalaupun dia ini selamat dari kekufuran maka dia pasti terjatuh kepada keharaman. Keadaan dia ini seperti halnya mengucapkan selamat atas sujud mereka kepada salib. (Ahkamu Ahlidz Dzimmah)

(.... berlanjut...)

••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Audio "SEJARAH PEMBERONTAKAN SYI'AH HAUTSI DI NEGERI YAMAN"

💽▶
•---•
📀 Rekaman Audio

📜 Kajian Ilmiyah Masjid Fa'il Khair, Klaten, Jawa Tengah

📆 Ahad, 08 Rabi'ul Awwal 1437 H ~ 20.Desember.2015 M

[ Kajian Tematik ]

⚡🔥  SEJARAH PEMBERONTAKAN SYI'AH HAUTSI DI NEGERI YAMAN

💺 Bersama Al-Ustadz Qomar Su'aidi, Lc hafizhahullah (Temanggung)

📌 Download audio: Versi Link: 32 kbps / Versi WA / Telegram 16 kbps

Ⓜ Sesi 1 || http://bit.ly/1kbVj3W
     (Durasi - 1:28:02)

Ⓜ Sesi 2 || http://bit.ly/1UUTVzW    (Durasi - 25:10)

Ⓜ Sesi TJ || http://bit.ly/1Zk93tb (Durasi - 32:28)

📥Atau download di
💻http://kajiansalafy.net/rekaman-kajian/audio-muhadharah-klaten-sejarah-pemberontakan-syiah-hautsi-di-negeri-yaman/

✍ Sumber: Panitia Muhadharah Masjid Fa'il Khair, Klaten

Yang Terpenting Adalah Sabar Dalam Menimba Ilmu

🌱 Yang Terpenting Adalah Sabar Dalam Menimba Ilmu...

       Wahai sahabatku -rahimakallah- ..

       Simaklah kisah yang sangat menakjubkan ini....

      Disebutkan dalam Thabaqaat Asy Syafi'iyyah ,bahwa Ar Rabi' bin Sulaiman rahimahullah dulunya  beliau adalah seorang yang lambat dalam memahami suatu permasalahan .

   Di kisahkan bahwa Al imam Asy Syafi'iy rahimahullah pernah mengulang -ulang kepada beliau satu permasalahan sebanyak empat puluh kali,  Ar Rabi' pun belum juga bisa memahaminya, kemudian beliau beranjak pergi meninggalkan majelis tersebut karena merasa malu.

     Wahai sahabatku...perhatikanlah !! Apa yang dilakukan oleh Al imam Asy Syafi'i rahimahullah setelah Ar Rabi' meninggalkan majelis beliau?

   Inilah Imam Asy Syafi'i rahimahulloh,...

     Beliaupun  memanggil Ar Rabi' dan mengajaknya ke tempat yang sepi ,kemudian beliau mengulangi kembali permasalahan ilmu yang belum bisa di fahami oleh Ar Rabi' ,terus di ulang - ulang sampai Ar Rabi' bisa memahaminya.

   Sembari Al imam Asy Syafi'i rahimahullah berkata kepada Ar rabi' : " Seandainya aku mampu memberimu makanan berupa ilmu ,niscaya aku akan memberimu makanan berupa ilmu tersebut."

     Subhanallah...mereka itulah para pendidik sejati ..

    Kemudian Allah 'Azza wa Jalla  memberkahi Ar Rabi' rahimahullah ,sampai - sampai Al Muzani rahimahullah meminta bantuan dengan melihat kitab catatan milik Ar Rabi' atas pelajaran yang beliau terluput dari Al Imam Asy Syafi'i rahimahullah...

     Subhanallah....

      Hingga di katakan oleh Al buwaithi : " Ar Rabi' lebih kokoh disisi  imam Asy Syafi'i di banding aku ."

       Dan yang Lebih mencengangkan lagi ...

        Sungguh Abu zur'ah Ar Razi rahimahullah beliau mendengar kitab- kitab  Imam Asy Syafi'i semuanya dari Ar Rabi' bin Sulaiman rahimahullah.

    Sungguh pada kisah ini terdapat pelajaran berharga bagi seorang guru dan murid untuk senantiasa bersabar dalam menuntut ilmu..

   Semoga Allah merahmati mereka semua para imam imam salaf...
   Semoga kita bisa mengambil faedah dari kisah ini..

📚maraji' : Tahdziibut tahdziib


✏ admin washaya salaf Abul fida 'Abdullah As Silasafy




بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan Mengharapkan Ridho Alloh سبحانه وتعالى

✅Hadir dan ikuti !

⏩ Kajian Islam Ilmiah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Insya Alloh Bersama :
💺 Al-Ustadz Muhammad 'Umar As-Sewwed حفظه الله تعالى (Pengasuh Ma'had Dhiya'us Sunnah, Cirebon dan Penasehat Majalah Islam Asy Syari'ah)

📚Dengan membawakan tema : "Meniti Jejak Salafush Sholih (Tinjauan Islam Terhadap RADIKALISME, SYI'AH DAN LIBERALISME)"

🕙Waktu : 09.30 WIB s/d Selesai

📆 Hari/Tanggal : Sabtu,  22 Robi'ul Ula 1437 H / 02 Janiari 2016 M

🏢 Tempat : Masjid Al Jihad (Jl. Urip Sumoharjo no. 202) Gumilir, Cilacap

🔓Terbuka Untuk UMUM (Muslim Dan Muslimah)


☎📱Informasi :
1⃣ +62 857 2605 7530 (Abu Harits)
2⃣ +62 854 2562 963 (Abu Fathimah)

🏢 Penyelenggara : Ma’had Tahfidzul Qur'an Al Manshuroh Cilacap


♻ Mari ajak keluarga, saudara dan teman untuk merasakan manisnya ilmu

INFO Lihat di :
🌏  http://almanshurohcilacap.com/

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

PENDAFTARAN SANTRI BARU PROGRAM TAKHOSHSHUS MA'HAD IBNUL QAYYIM Rawajaya‬ (ANGKATAN PERTAMA)

DI BUKA PENDAFTARAN SANTRI BARU
PROGRAM TAKHOSHSHUS
MA'HAD IBNUL QAYYIM
ANGKATAN PERTAMA
----------------------------
📢🔊📣KabarGembira📢🔊📣
📝📝Alhamdulillah, Insya Allah kami membuka pendaftaran Santri baru program Takhosus Ma'had Ibnul Qayyim untuk angkatan pertama.

💡Adapun Persyaratannya:
1. Calon Santri memiliki semangat tinggi untuk belajar ilmu Agama syar'i.
2. Memiliki kemampuan dasar membaca kitab.
3. Calon Santri diharuskan memiliki kitab yang akan dipelajari nanti.
4. Bersedia mematuhi tata tertib ma'had.
5. Calon santri tidak mondok atau menginap di Ma'had.
6. Calon santri berumur minimal 17 tahun ke atas (tidak ada batasannya, boleh yg sdh menikah, ataupun belm).
7. Bersedia mengikuti program ini sampai selesai.

📚 Insya Allah Kitab-kitab yg akan dibuka di antaranya:📚
📗Aqidah
1. Al Utsul Ast-Tsalatsah
2. Qawaidul Arba'
3. Nawaqidul Islam
4.kasyfu as Syubhat
5. Fathul Majid (syarah kitabu at Tauhid)
6.Syah lumatul itiqad (ibnul Utsaimin)
7.Syarh aqidah wasithiyyah (khalil kharras)
8. Qawaidul mutsla
9. Syrah aqidah Thahawiyyah (Ibnu abdil Izz). dst (berjenjang)

📙Lughoh (nahwu&sharaf)
1. Tuhfahtu Washobiyah.
2. Mutamimah syarah Al Ajurumiyyah.
3. Qawaidush sharfi.
dll.

📒Mustholahul hadits
1. Al Baiquniyyah
2. Mukhtashor ulumul hadits.

🏡 🕒 Waktu &tempat:

 Masjid As Sunnah Cireong, Setiap hari senin &Rabu (bada ashar menyesuaikan)

 ➡ Pendaftaran dibuka mulai pengumuman ini diumumkan dan ditutup pada tanggal 5 januari 2016

✒ Pengajar:
Al Ustadz Abul Abbas Shaleh

📝 Kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan pada awal bualan Januari InsyaAllah.

✏Disetujui oleh:
Al Ustadz Abul Abbas Sahleh

Bagi yang mau mengikuti Program ini silahkan Hub
Al Akh murtadho:
‪+62 852-5973-8715

📡Disebarkan oleh
Grup WA Ibnul Qayyim Rawajaya‬

Kajian Sumpiuh "INDAHNYA SUNNAH NABI"

~~~~~~~~~~~~~~~
📣 ..KABAR GEMBIRA..

Bismillah Dengan Mengharapkan Ridha Alloh سبحانه وتعالى
 ALHAMDULILLAH...Kembali hadir Muhadhoroh Ilmiyyah Islamiyyah Ahlissunnah Wal Jama'ah Sumpiuh.......

👈🏼 إن شاء الله تعالى 👉🏼

Tema: * INDAHNYA SUNNAH NABI *

💺Menghadirkan:
"al-Ustadz MUHAMMAD BIN UMAR AS SEWED    حفظه الله

✅Hari JUM'AT
📆 Tanggal 20 Rabi'ul Awwal 1437 H/1 Januari 2016 M
⏰🕘Pukul: 11.00 s/d 15.00 Menjelang Ashar

⏩ Susunan Acara :
Sesi 1👉🏼Khutbah Jum'at bersama al Ustadz Muhammad Umar As Sewed hafidzahulloh
Sesi 2 👉🏼 Muhadhoroh Ilmiyyah "Indahnya Sunnah Nabi "
🏠Tempat : Masjid Al Furqon Ma'had Al ittiba' Dukuh rt 04 rw 01
kebokura Sumpiuh Banyumas


👍🏼 Untuk UMUM
(muslim & Muslimah)

Untuk Muslimah
🏠 Tempat Ma'had Al Ittiba' Lin Nisa kebokura samping SD.

🔊Ayoo kita ajak keluarga teman dan saudara untuk ikut mengambil faedah dari beliau hafizhahulloh

🌐Live streming RII di radio:
Ittibaussalaf-Sumpiuh

 📞Contak Person:
1⃣  Pak Giri Waluyo Hp 085324356324

2⃣  Abu Firdaus  Hp 082138307430

Penyelenggara:
📖 Majlis Ta'lim Ittiba'us Salaf

📣Turut Mempublikasikan:
🌈📝 Majmu'ah Ittiba'us Salaf

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

DUA JENIS PIHAK YANG MEMERANG DAKWAH SALAFIYYAH

⚠🔥 DUA JENIS PIHAK YANG MEMERANG DAKWAH SALAFIYYAH

---------------------

⛵ al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali -hafizhahullahu- berkata

🅾 Ketahuilah, pihak-pihak yang memerangi Dakwah Salafiyyah itu ada dua jenis:

1⃣ Jenis (yang pertama) yaitu yang bersikap tamyi' (lembek) di dalam beragama.

👓🌂 Maka engkau akan melihatnya berjalan/bergaul bersama
💥 ahli khurafat,
💥 ahlul bid'ah,
💥 hizbiyyin,
💥 orang-orang sekuleris, dan yang selain mereka.

👉💨 Dan dia menginginkan agar engkau menutup mata/diam dari berbagai macam bid'ah dan kesesatan!

2⃣ Jenis yang lain (yang kedua) yaitu yang memiliki sikap tasyaddud (terlalu keras), ta'annut (berlebihan), dan tazammut (kaku).

👊❌ Mereka seluruhnya (kedua jenis di atas, pen) adalah PARA PENDUSTA,
⏩ tidak ada yang mereka inginkan kecuali MERUSAK Dakwah Salafiyyah dan para  pembawanya.

Ⓜ✅ Maka wajib atas kalian untuk
🔹 bersikap wasath (pertengahan) dan adil, serta
🔹 bersungguh-sungguh di dalam menuntut ilmu,
🔸 bersungguh-sungguh dan mati-matian di dalam menyebarkan dakwah ini dengan :
☀ penuh hikmah, nasihat yang baik, serta akhlak yang mulia.

📚 Sumber:
al-Lubab min Majmu' Nashaih wa Taujihat asy-Syaikh Rabi' li asy-Syabab, cet. Dar al-Imam Ahmad dan Dar al-Mirats an-Nabawy, hal. 133

•••••••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~

Minggu, 20 Desember 2015

LARANGAN TURUT SERTA BERSAMA ORANG-ORANG KAFIR DALAM HARI RAYA MEREKA

📛 LARANGAN TURUT SERTA BERSAMA ORANG-ORANG KAFIR DALAM HARI RAYA MEREKA

⚠🎁 🚫 Jangan Ada Bantuan Apapun Untuk Perayaan NATAL,  Tahun Baru,  dll

----------------------------------

📖 'Abdul Malik bin Habib berkata,

"Ibnul Qasim ditanya tentang (seorang muslim) naik perahu yang dinaiki oleh orang-orang Nashara untuk menuju ke perayaan mereka,
⚠❌ maka Ibnul Qasim membenci (yakni mengharamkan, pen) hal tersebut, karena khawatir turunnya kemurkaan (dari Allah) kepada mereka dengan turut sertanya (si muslim) bersama orang-orang nashara yang berkumpul di atas (perahu) tersebut.

Ibnu Qasim juga membenci (yakni mengharamkan, pen) bagi seorang muslim yang menunjukkan kepada seorang nashrani tempat id (perayaan)nya, sebagai bentuk pembalasan terhadapnya. Dia (Ibnu Qasim) memandang itu sebagai bentuk pengagungan/pemuliaan terhadap perayaan mereka dan sebagai bentuk pertolongan terhadap kekafirannya.

Tidakkah kamu tahu, bahwa TIDAK HALAL bagi muslimin untuk membeli dari nashara sesuatu
yang berkaitan dengan kemashlahatan perayaan mereka, baik daging, kuah, maupun pakaian; tidak boleh meminjamkan kendaraan, serta tidak
boleh membantu sedikitpun untuk perayaan mereka. Karena itu semua termasuk PENGAGUNGAN TERHADAP 'ID (PERAYAAN MEREKA) DAN PERTOLONGAN TERHADAP KEKUFURAN MEREKA.

Seharusnya bagi para penguasa untuk melarang kaum muslimin dari hal itu. Ini adalah pendapat al-Imam Malik dan 'ulama selain beliau, aku tidak mengetahui adanya khilaf (perbedaan pendapat) dalam hal ini."

📚 Sumber :
- Ibnu Taimiyyah dalam (al-Iqtidha' I/19)
- Ibnul Qayyim dalam (Ahkam Ahli adz-Dzimmah I/157)

•••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~

Sabtu, 19 Desember 2015

Audio Kajian Ilmiyah Masjid Al-Muhajirin, Bekasi Barat 7 Rabi'ul Awwal 1437H

💽▶
•---•
📀Rekaman Audio
📜Kajian Ilmiyah Masjid Al-Muhajirin, Bekasi Barat
📆Sabtu, 7 Rabi'ul Awwal 1437H ~ 19.12.2015M

🚇Audio Lengkap:
http://www.alfawaaid.net/2015/12/audio-kajian-ilmiyah-bekasi-wahai-sobat.html
[ Kajian Tematik ]

📊 WAHAI SOBAT SELAMATKANLAH DIRIMU DAN NEGERIMU DARI RONGRONGAN YAHUDI DAN NASRANI

💺Bersama Al-Ustadz Abu Yahya Mu'adz hafizhahullah (Depok)
Ⓜ 01. http://2.ly/AcWR
     (8.53MB - 48:58)
💺Bersama Al-Ustadz Abdul Malik hafizhahullah (Tangerang)
Ⓜ 02. http://2.ly/AcWS
     (6.23MB - 35:32)
💺Bersama Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak hafizhahullah (Cileungsi)
Ⓜ 03. http://2.ly/AcWT
     (5.27MB - 29:57)
💺Bersama Al-Ustadz Abu Nusaybah Syafi'i hafizhahullah (Tambun)
Ⓜ 04. http://2.ly/AcWU
     (3.22MB - 18:03)

✍ Panitia Dauroh Bekasi

Edisi: 📂 مجموعة الأخوة السلفية ✧[-✪MUS✪-]✧
📮Klik “JOIN” http://bit.ly/ukhuwahsalaf

Ⓜ #RekamanAudio #Bekasi

Selasa, 03 November 2015

Audio "Membentengi Umat Dari Makar Kaum SYI'AH"

Alhamdulillah Berikut
💽🔊 Audio Rekaman 🔊💽
☑ Kajian Islam Ilmiah Banyumas
📆 Ahad, 19 Muhaarom 1437 H/01 November 2015 M
💺 Pemateri : Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsary حفظه الله تعالى
📚 Tema : “Membentengi Umat Dari Makar Kaum SYI'AH”
🏡 Tempat : Masjid Agung Nur Sulaiman {Barat Alun-Alun Banyumas}, Jawa Tengah
----------------------

☎📱 Informasi : 
– +62 858 6570 3735 (Abu Salim Irfan) 
– +62 858 9188 6187 (Abu Umamah Sisno)

🏢 Penyelenggara : Ma’had Al Faruq, Purwokerto 

🌍 www.alfaruq.net 

 ------------------- 

Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsary - Sesi 1 - Membentengi Umat Dari Makar Kaum SYI'AH ⇓ Download Disini
Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsary - Sesi 2 - Membentengi Umat Dari Makar Kaum SYI'AH ⇓ Download Disini
Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsary - Sesi Tanya-Jawab - Membentengi Umat Dari Makar Kaum SYI'AH ⇓ Download Disini
=== Diperbolehkan Menggandakan/mengcopy Degan tujuan Berda'wah, Bukan untuk tujuan komersil === :: Semoga Bermanfaat :: :::: بارك الله فيكم ::::بارك الله فيكم